PSG Juara Liga Champions, Tapi Kylian Mbappé Belum Raih Trofi

PSG Juara Liga Champions, Tapi Kylian Mbappé Belum Raih Trofi

PSG Juara Liga Champions, Tapi Kylian Mbappé Belum Raih Trofi

Paris Saint-Germain (PSG) mencetak sejarah besar dengan merebut gelar Liga Champions UEFA musim 2024/2025 untuk pertama kalinya sepanjang eksistensi klub.

Kemenangan gemilang 5-0 atas Inter Milan di final yang digelar di Allianz Arena, München, menandai puncak sukses mereka setelah bertahun-tahun berjuang keras di kompetisi elit benua biru.

Trofi ini sekaligus menepati janji dan ambisi besar PSG sebagai klub papan atas dunia yang menginvestasikan dana besar demi meraih kejayaan Eropa.

Namun di balik euforia kemenangan tim, kisah Kylian Mbappé sebagai salah satu bintang utama PSG musim itu menghadapi dilema tersendiri: hingga musim tersebut, Mbappé secara individu belum berhasil meraih gelar Liga Champions bersama PSG maupun klub lainnya.

Perjalanan PSG Menuju Gelar Liga Champions

Kemenangan besar PSG dalam final 2024/2025 bukanlah hasil instan. Klub yang dimiliki Qatar Sports Investments ini melalui perjuangan panjang di setiap fase kompetisi. Pelatih Luis Enrique berhasil menyusun taktik efektif yang mengoptimalkan kecepatan dan kreativitas lini depan, termasuk peran besar Mbappé.

Pada final melawan Inter Milan, PSG mendominasi sejak menit awal, dengan gol pembuka dari Achraf Hakimi dan performa luar biasa Desire Doue yang mencetak hattrick. Serangan cepat dan agresif membuat Inter tidak berdaya hingga skor akhir 5-0.

Trofi ini menjadi penebusan atas kegagalan mereka pada final 2019/2020, ketika PSG yang masih diperkuat Mbappé dan Neymar kalah 0-1 dari Bayern Munchen.

Mengapa Kylian Mbappé Belum Menang Liga Champions?

Kylian Mbappé yang sejak muda dipandang sebagai calon pemain terbaik dunia telah meraih banyak gelar domestik dengan PSG dan AS Monaco sebelumnya. Meski sudah dua kali final Liga Champions, trofi juara tak kunjung jadi miliknya.

Sebagai bintang utama PSG sejak 2017, Mbappé berperan besar dalam perjalanan klub, tapi beberapa faktor berbeda seperti perubahan manajemen, tekanan berat, dan rival tangguh di final membuat gelar Liga Champions sulit diraih. Padahal Mbappé sering tampil gemilang dengan kemampuan dribel, kecepatan, dan insting mencetak gol.

Setelah musim 2024/2025, Mbappé resmi bergabung dengan Real Madrid, klub impian yang memiliki rekor terbanyak gelar Liga Champions. Langkah ini memberikan harapan baru agar Mbappé bisa mengangkat trofi paling prestisius klub Eropa itu.

Simbolisme dan Harapan Mbappé

Kisah Mbappé yang belum meraih Liga Champions meski bermain di tim juara seperti PSG menggambarkan betapa kompetitif dan sulitnya turnamen ini. Trofi ini lebih dari sekadar piala, melainkan lambang keberhasilan individu dan tim mencapai puncak dunia sepakbola.

Transfer Mbappé ke Real Madrid menjadi babak baru untuknya, yang kini punya kesempatan besar meraih mimpi juara Liga Champions sejak dini bersama klub besar tersebut. Para penggemar sepakbola dunia menantikan kiprah bintang Prancis ini dengan antusiasme tinggi di kompetisi musim 2025/2026 dan seterusnya.

Kesimpulan

PSG akhirnya membuktikan diri sebagai juara Liga Champions di musim 2024/2025, menambah koleksi trofi prestisius yang sudah lama didambakan. Meski begitu, Kylian Mbappé yang menjadi ikon serangan klub belum merasakan kebahagiaan sebagai pemenang trofi tersebut selama memperkuat PSG.

Dengan kepindahannya ke Real Madrid, peluang Mbappé meraih gelar juara Liga Champions kini lebih terbuka dan mendapat sorotan khusus dunia sepakbola.

Cerita ini menunjukkan bahwa di balik kesuksesan tim, gelar individual adalah perjalanan tersendiri yang dipenuhi dengan tantangan berat. Mbappé masih punya waktu dan kesempatan untuk menulis sejarah baru dan mewujudkan impiannya di level tertinggi Eropa.