Sudah Bahagia di Real Betis, Antony Santos Ungkap Perlakuan Buruk di Manchester United
Sudah Bahagia di Real Betis, Antony Santos Ungkap Perlakuan Buruk di Manchester United
Winger asal Brasil, Antony Santos, akhirnya buka suara soal masa-masa sulit yang pernah ia alami selama berseragam Manchester United. Dalam wawancara eksklusif yang dilakukan setelah ia resmi pindah secara permanen ke Real Betis pada musim panas 2025, Antony mengungkapkan perlakuan yang tidak menyenangkan dan kurangnya rasa hormat yang ia rasakan di klub Old Trafford.
Pengalaman Pahit di Manchester United
Antony mengaku merasa diperlakukan “tidak dihargai” selama berada di Manchester United, terutama pada musim terakhirnya bersama klub tersebut. Ia bercerita bahwa selama beberapa bulan terakhir, tidak ada satu pun orang di klub yang memberikan salam atau sapaan sederhana seperti “selamat pagi” atau “selamat siang.” Pernyataan ini menggambarkan betapa isolasi dan dinginnya suasana yang ia rasakan di dalam skuad.
Lebih jauh, Antony Santos juga menceritakan pengalaman pahitnya ketika terpaksa berlatih terpisah dari rekan-rekannya, bahkan harus bergabung dalam kelompok yang disebut media Inggris sebagai “bomb squad” — istilah untuk para pemain yang dipinggirkan dan dicoret dari skuad utama. Selama lebih dari 40 hari, Antony harus tinggal di hotel bandara dengan biaya mahal, menjalani latihan sendiri sambil menunggu proses transfernya ke Real Betis rampung.
Walau demikian, Antony memilih tidak menimbulkan kontroversi lebih jauh dan tidak menyebutkan nama siapa pun yang bersalah dalam situasi tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa perlakuan seperti itu adalah bagian dari hidupnya yang berat di Old Trafford.
Kebangkitan di Real Betis dan Fokus Ke Depan
Setelah masa peminjaman yang sukses di Real Betis di bawah pelatih Manuel Pellegrini, Antony berhasil bangkit dan menunjukkan performa impresif dengan sumbangan gol dan assist yang membantu tim bersaing di La Liga serta kompetisi Eropa. Real Betis akhirnya memutuskan untuk membelinya secara permanen dengan nilai transfer sekitar 22 juta Euro.
Antony mengaku sangat bersyukur dan bahagia bisa bergabung permanen dengan Real Betis. Ia merasa di klub ini memperoleh apresiasi yang layak dan dukungan yang sangat berbeda dengan kondisinya di Manchester United. Kini, fokus Antony adalah membangun karier dan performa terbaiknya di Spanyol, serta meninggalkan kenangan pahit di Inggris.
Pengakuan Antony Santos ini membuka tabir sisi gelap yang sering kali dialami pemain besar di klub-klub top, di mana tekanan dan perlakuan internal dapat sangat memengaruhi mental dan performa mereka. Antony kini menjadi contoh bagaimana kesempatan baru dan lingkungan yang suportif bisa mengembalikan semangat seorang pemain untuk bersinar kembali.