Menyesal, Ternyata Ini Alasan Real Madrid Batal Merekrut Estevao Willian
Real Madrid batal merekrut Estevao Willian dari Palmeiras pada bursa transfer musim panas 2025 karena keputusan strategis dari tim pemandu bakat klub yang lebih memprioritaskan Endrick sebagai penyerang tengah utama.
Pemain berusia 18 tahun asal Brasil itu akhirnya bergabung dengan Chelsea senilai €45 juta, dan kini menjadi bintang baru di Liga Inggris serta Liga Champions dengan mencetak 10 gol di musim debutnya.
Keputusan Los Blancos ini kini menuai penyesalan internal, terutama setelah performa gemilang Estevao, termasuk gol spektakulernya saat Chelsea mengalahkan Barcelona 3-0 pada 25 November 2025.
Alasan Strategis Real Madrid Melewatkan Estevao
Tim scouting Real Madrid menilai Endrick lebih cocok mengisi posisi striker sentral yang menjadi prioritas utama skuad Carlo Ancelotti saat itu, sementara Estevao dianggap sebagai winger kanan yang berpotensi kesulitan bersaing.
Skuad Madrid sudah padat dengan talenta muda seperti Rodrygo Goes, Brahim Diaz, dan Arda Guler di sayap kanan, sehingga Estevao dinilai sulit mendapat menit bermain reguler.
Selain itu, aturan pendaftaran pemain non-Uni Eropa yang ketat serta pengalaman gagalnya beberapa bintang Brasil muda diadaptasi di Spanyol membuat klub enggan mengambil risiko tambahan.
Penyesalan mulai terdengar dari kalangan pemain dan staf Madrid, yang kini bertanya-tanya mengapa melewatkan talenta sekelas Estevao yang langsung bersinar di Chelsea.
Presiden Florentino Perez bahkan pernah memblokir minat awal pada 2024 karena alasan serupa, dan kini Endrick justru kesulitan beradaptasi hingga berpotensi dipinjamkan pada Januari 2026.
Media Madrid seperti Marca dan AS menyebut kegagalan ini sebagai “kesalahan besar”, terutama setelah melihat kontribusi Estevao di level tertinggi.
Performa Cemerlang Estevao di Chelsea
Sejak debut pada Agustus 2025, Estevao telah mencetak empat gol dari 16 laga liga serta tampil impresif bersama Timnas Brasil U-20, menjadikannya salah satu wonderkid paling diburu di Eropa.
Kontraknya hingga 2033 menunjukkan keyakinan Chelsea pada potensinya, dengan pelatih Enzo Maresca memuji kemampuan dribel, kecepatan, dan insting golnya.
Total 10 gol di semua kompetisi musim ini membuktikan bahwa keputusan The Blues tepat, kontras dengan keraguan Madrid.
Peran Krusial Estevao Saat Hadapi Barcelona
Puncak performa Estevao terlihat pada pertandingan Liga Champions pekan lalu, saat Chelsea menjamu Barcelona di Stamford Bridge pada 25 November 2025, berakhir dengan kemenangan telak 3-0.
Estevao memulai laga sebagai starter di sayap kanan dalam formasi 4-2-3-1, menjadi motor serangan utama Chelsea yang mendominasi sejak menit awal.
Gol pertamanya datang di menit ke-55, setelah menerima umpan dari Reece James; ia melewati Pau Cubarsi dengan dribel lincah, menahan Alejandro Balde, lalu melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang Joan Garcia.
Gol solo indah ini mengubah skor menjadi 2-0 setelah own goal Jules Kounde di menit 27 dan kartu merah Ronald Araujo di menit 44 yang membuat Barca bermain dengan 10 orang.
Estevao tidak hanya mencetak gol krusial, tapi juga menciptakan kekacauan di pertahanan Barca sepanjang laga, termasuk memenangkan tendangan sudut awal yang nyaris berbuah gol Enzo Fernandez—meski dibatalkan VAR karena handball Wesley Fofana.
Kontribusinya dilengkapi Liam Delap yang mencetak gol ketiga di menit 73 usai VAR membalikkan keputusan offside, memastikan Chelsea naik ke peringkat lima klasemen Liga Champions.
Kemenangan ini menjadi statement kuat bagi Chelsea, dengan Estevao sebagai bintang utama dalam duel wonderkid melawan Lamine Yamal, membuktikan superioritasnya di panggung Eropa.
Dampak Jangka Panjang bagi Real Madrid
Kini, Real Madrid hanya bisa memantau dari jauh, dengan laporan ESPN Brasil menyebut klub merasa “penyesalan tulus” atas kegagalan merekrutnya.
Meski demikian, pintu tidak tertutup; Madrid berpotensi kembali mengincar Estevao di masa depan jika situasi skuad berubah.
Kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang dinamika transfer modern, di mana prioritas jangka pendek bisa merugikan prospek emas.