Xabi Alonso Bantah Isu Perpecahan di Real Madrid: Tim dan Petinggi Klub Tetap Solid

Xabi Alonso Bantah Isu Perpecahan di Real Madrid: Tim dan Petinggi Klub Tetap Solid

Xabi Alonso Bantah Isu Perpecahan di Real Madrid: Tim dan Petinggi Klub Tetap Solid

Real Madrid sempat diguncang isu perpecahan internal di awal musim 2025/26, terutama setelah rentetan hasil buruk di bulan November.

Los Blancos kesulitan meraih kemenangan, hanya mengumpulkan enam poin dari lima pertandingan La Liga, yang membuat mereka disalip Barcelona di puncak klasemen sementara.

Saat itu, Madrid tertinggal tiga poin dari Barca, dengan catatan satu kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan—termasuk hasil mengecewakan seperti imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano dan kekalahan 0-1 dari Girona.

Vinicius Junior sempat menunjukkan frustrasi nyata saat ditarik keluar lapangan di menit ke-70 saat melawan Valencia, terlihat berdebat dengan pelatih Xabi Alonso dan melempar rompi dengan kesal.

Sementara Rodrygo Goes juga gerah karena sering menjadi pilihan cadangan, hanya bermain 45 menit penuh dalam tiga laga terakhir November, meski ia sudah mencetak lima gol musim ini.

Metode latihan intensif Alonso, yang menekankan fisik dan pressing tinggi ala era Liverpool-nya Jürgen Klopp, dinilai terlalu memberatkan oleh sebagian pemain, berpotensi meningkatkan risiko cedera seperti yang dialami Eduardo Camavinga baru-baru ini.

Bangkit dari Krisis, Xabi Alonso Minta Maaf dan Tegaskan Persatuan Tim

Pelan-pelan, Real Madrid mulai bangkit di Desember 2025. Mereka meraih tiga kemenangan beruntun di La Liga, termasuk kemenangan 2-0 atas Atletico Madrid dan 3-1 melawan Sevilla, yang membawa poin mereka menjadi 34 dari 17 laga—masih tertinggal empat poin dari Barcelona yang kokoh di puncak dengan 38 poin.

Xabi Alonso sendiri sempat diisukan akan dipecat setelah kekalahan dari Girona, tapi presiden Florentino Perez dan petinggi klub seperti Juni Calafat memilih mempertahankannya, dengan kepercayaan penuh hingga akhir musim.

Dalam konferensi pers usai kemenangan atas Sevilla, Alonso membantah keras isu perpecahan.

“Kami semua bersatu, dari pemain sampai presiden klub. Klub ini punya ambisi besar untuk trofi La Liga, Liga Champions, dan Supercopa,” tegas eks gelandang Madrid itu, dilansir Marca.

Ia juga meminta maaf khusus kepada pemain muda seperti Arda Guler dan Endrick: “Sejak awal, hubungan kami baik berdasarkan rasa hormat mutual. Tuntutan di sini sangat tinggi, tapi ini jalan panjang. Ada masa sulit seperti November, tapi kami bangkit bersama.”

Di Liga Champions, Madrid sudah mengantongi tujuh poin dari enam laga Grup F, cukup aman untuk lolos langsung ke 16 besar tanpa playoff, meski masih butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci posisi.

Para petinggi klub yakin Alonso adalah jawaban jangka panjang, terutama setelah ia membawa Bayer Leverkusen juara Bundesliga tanpa kekalahan musim lalu.

Akankah Xabi Alonso berhasil membawa El Real juara La Liga dan Liga Champions musim ini? Performa Vinicius (10 gol, 8 assist) dan Kylian Mbappe (12 gol) jadi kunci, sementara El Clasico akhir pekan depan bisa jadi penentu.