Keuntungan Ruben Amorim Usai Dipecat MU: Pesangon Rp680 Miliar dan Pintu Karier Baru

Keuntungan Ruben Amorim Usai Dipecat MU: Pesangon Rp680 Miliar dan Pintu Karier Baru phtoto by Matador168

Keuntungan Ruben Amorim Usai Dipecat MU: Pesangon Rp680 Miliar dan Pintu Karier Baru phtoto by Matador168

Manchester United resmi memecat Ruben Amorim pada awal Januari 2026 setelah performa tim yang mengecewakan dan konflik internal dengan manajemen.

Pelatih asal Portugal berusia 40 tahun ini menerima kompensasi besar berkat sisa kontraknya hingga Juni 2027, yang menjadi keuntungan finansial utamanya. Artikel ini mengupas detail keuntungan Amorim pasca pemecatan tersebut.

Kompensasi Finansial Raksasa dari MU

Pemecatan mantan pelatih Sporting CP memaksa Manchester United mengeluarkan biaya total mencapai 30 juta poundsterling atau sekitar Rp680 miliar, termasuk pesangon untuk sisa kontrak 18 bulan.

Berdasarkan gaji mingguan Amorim sebesar £125.000 (sekitar Rp2,8 miliar dengan kurs £1 = Rp22.600), pesangon dasar untuk 77 minggu tersisa mencapai £9,625 juta atau Rp217 miliar.

Angka ini melonjak karena klub juga menanggung biaya pelepasan dari Sporting CP senilai £10 juta pada 2024, ditambah gaji staf kepelatihannya.

Selain itu, laporan menyebut pesangon netto Amorim bisa mencapai £10 juta atau Rp226 miliar, menjadikannya salah satu pembayaran terbesar untuk pelatih Premier League yang dipecat.

Keuntungan ini terasa manis bagi Amorim, yang terlihat santai dan tersenyum saat meninggalkan Inggris bersama istri, tanpa beban finansial langsung.

Total biaya era Amorim di MU hampir £30 juta, membuat pemilik Sir Jim Ratcliffe “meringis” saat menandatangani cek tersebut.

Dengan kekayaan bersih Amorim sebelumnya sekitar £13 juta, pesangon ini langsung meningkatkan asetnya secara signifikan.

Dampak Karier dan Peluang Baru

Meski dipecat setelah 14 bulan dengan rasio kemenangan 38%, reputasi Amorim dari kesuksesan di Sporting CP tetap kuat, membuka pintu peluang baru.

Ia disebut sebagai kandidat utama pengganti Jose Mourinho di Benfica, klub besar Portugal yang sedang terpuruk di Liga Champions dan tertinggal dari Porto.

Kembali ke tanah air bisa memberi Amorim gaji kompetitif plus bonus, meski belum sebesar MU (£6,5 juta per tahun atau Rp147 miliar).

Opsi lain termasuk Crystal Palace di Premier League untuk “membalas dendam” kegagalan di MU, atau Como di Italia dengan skuad muda menjanjikan.

Bahkan Sporting CP mungkin memanggilnya pulang jika ada kekosongan, mengingat rekam jejak juara Primeira Liga.

Keuntungan non-finansial ini termasuk waktu istirahat untuk menyempurnakan taktik 3-4-3 yang dikritik di MU, plus kestabilan finansial dari pesangon memungkinkan negosiasi kontrak lebih baik tanpa terburu-buru.

Secara keseluruhan, pemecatan ini justru jadi berkah bagi Amorim. Dengan pesangon ratusan miliar rupiah di tangan, ia kini fokus membangun ulang karier di klub potensial Eropa.

Saat Darren Fletcher sementara tangani MU yang berada di posisi keenam, Amorim siap comeback dengan modal kuat. Kariernya yang cemerlang sejak Braga menunjukkan, kegagalan di Old Trafford hanyalah batu loncatan.