Argentina Dibantu Kartu Merah, Tundukkan Swiss 2-1 Setelah Bermain 11 Lawan 10 di Perempat Final Piala Dunia 2026

prediksi-bola-matador168-World-Cup

Timnas Argentina memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Duel yang berlangsung sengit itu diwarnai drama kartu merah yang menjadi salah satu momen paling menentukan jalannya pertandingan.

Albiceleste sempat kesulitan menembus pertahanan disiplin Swiss meski unggul dalam penguasaan bola. Bahkan setelah bermain dengan keunggulan jumlah pemain sejak pertengahan babak kedua, Argentina baru mampu memastikan kemenangan pada menit-menit akhir babak tambahan waktu berkat gol indah Julián Álvarez.

Swiss Tampil Disiplin dan Mampu Menyamakan Kedudukan

Sejak peluit awal dibunyikan, Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang melalui kombinasi Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Alexis Mac Allister. Namun, Swiss tampil sangat disiplin dalam bertahan dan beberapa kali berhasil menggagalkan peluang berbahaya dari sang juara dunia.

Argentina sempat unggul lebih dahulu pada babak pertama, tetapi Swiss tidak kehilangan kepercayaan diri. Memasuki babak kedua, mereka mulai bermain lebih berani dan mampu memberikan tekanan kepada lini pertahanan Albiceleste.

Usaha Swiss akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67. Berawal dari kerja sama apik di lini tengah, para pemain Swiss membangun serangan dengan umpan-umpan cepat yang berhasil membelah pertahanan Argentina.

Rodríguez mengirimkan umpan terukur kepada Dan Ndoye yang bergerak tanpa pengawalan. Penyerang Swiss itu kemudian berhasil melewati garis pertahanan sebelum berhadapan satu lawan satu dengan Emiliano Martínez. Dengan penyelesaian yang tenang, Ndoye sukses menaklukkan sang penjaga gawang dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka dan meningkatkan kepercayaan diri Swiss untuk menciptakan kejutan.

Drama VAR Berujung Kartu Merah Breel Embolo

Momentum positif Swiss tidak bertahan lama. Lima menit setelah gol penyeimbang, pertandingan berubah drastis akibat keputusan wasit yang memanfaatkan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Pada menit ke-72, Breel Embolo terlibat benturan dengan Leandro Paredes di dalam area pertahanan Argentina. Setelah menerima masukan dari ruang VAR dan meninjau insiden tersebut, wasit menilai Embolo sengaja melakukan simulasi atau diving demi mendapatkan keuntungan.

Keputusan itu membuat Embolo menerima kartu kuning kedua yang otomatis berubah menjadi kartu merah. Swiss pun harus melanjutkan pertandingan dengan hanya sepuluh pemain.

Insiden tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan pendukung kedua tim. Di satu sisi, keputusan wasit dianggap sesuai dengan hasil peninjauan VAR. Namun di sisi lain, sebagian pihak menilai kartu merah tersebut menjadi titik balik yang sangat merugikan Swiss.

Argentina Kesulitan Membongkar Pertahanan Berlapis

Unggul jumlah pemain ternyata tidak langsung membuat Argentina mendominasi sepenuhnya. Swiss tetap menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat rapi meski bermain dengan sepuluh orang.

Messi beberapa kali mencoba membuka ruang melalui umpan-umpan terobosan, sementara Julián Álvarez dan Lautaro Martínez terus mencari celah di lini belakang lawan. Namun pertahanan Swiss tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman.

Hingga waktu normal berakhir, skor tetap bertahan 1-1 sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Almada Hampir Membawa Argentina Unggul

Pada awal babak tambahan waktu, Argentina semakin meningkatkan intensitas serangan.

Menit ke-94 menjadi salah satu peluang terbaik Albiceleste. Thiago Almada berhasil menemukan ruang tembak tepat di luar kotak penalti sebelum melepaskan tendangan keras ke arah gawang.

Sayangnya, bola hanya meluncur tipis di sisi gawang Swiss sehingga kedudukan belum berubah.

Gol Spektakuler Julián Álvarez Antar Argentina ke Semifinal

Setelah terus menekan sepanjang babak tambahan, Argentina akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-112.

Julián Álvarez menerima bola di sisi kiri lapangan sebelum melakukan pergerakan menusuk ke tengah melewati kawalan pemain Swiss. Penyerang Manchester City tersebut kemudian melepaskan tendangan melengkung menggunakan kaki kanan bagian dalam.

Bola meluncur deras menuju sudut atas gawang dan gagal dijangkau Gregor Kobel meski sang kiper telah melakukan penyelamatan maksimal. Gol spektakuler tersebut membawa Argentina unggul 2-1 sekaligus membangkitkan semangat para pendukung Albiceleste di stadion.

Swiss mencoba memberikan respons pada sisa waktu pertandingan, namun kelelahan akibat bermain dengan sepuluh pemain membuat mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Argentina tidak berubah.

Argentina Tantang Inggris di Semifinal

Kemenangan dramatis ini memastikan Argentina melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Selanjutnya, Lionel Messi dan kolega akan menghadapi Inggris yang sebelumnya juga meraih kemenangan dramatis atas Norwegia melalui babak perpanjangan waktu.

Pertemuan Argentina dan Inggris diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di turnamen ini. Selain mempertemukan dua kandidat kuat juara, laga tersebut juga menghadirkan rivalitas panjang yang telah mewarnai sejarah sepak bola dunia.

Sementara itu, Swiss harus mengakhiri perjalanan mereka di babak perempat final. Meski gagal melaju lebih jauh, penampilan mereka sepanjang turnamen tetap layak mendapat apresiasi, terutama karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada sang juara dunia hingga babak tambahan waktu.