Tak Hanya Gengsi: Erick Thohir Dukung Jens Raven dan Struick Pilih Liga 1 Demi Karier

Erick Thohir Dukung Jens Raven dan Struick Pilih Liga 1 Demi Karier

Erick Thohir Dukung Jens Raven dan Struick Pilih Liga 1 Demi Karier

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menanggapi ramainya perbincangan publik mengenai dua pemain keturunan Indonesia, Jens Raven dan Rafael Struick, yang memilih berkarier di kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.

Dalam pernyataannya kepada media, Erick menilai keputusan mereka sangat wajar dan tak perlu mempermasalahkannya.

Menurutnya, setiap pesepakbola profesional tentu ingin mendapat menit bermain maksimal dan stabilitas karier. Ia menambahkan para pemain tak hanya mengejar status sebagai pemain tim nasional.

“Pemain pasti tidak hanya ingin main di Timnas. Mereka ingin bermain di klub yang benar-benar membutuhkan mereka, di mana pun itu,” jelas Erick Thohir.

Erick menjelaskan menjadi pesepakbola sama seperti pekerjaan lain yang harus mempertimbangkan prospek dan penghasilan keluarga.

Erick juga mencontohkan kondisi pemain Jepang, negara yang kini memiliki ranking FIFA ke-17 dunia. Pemain Jepang tersebar di berbagai liga dunia, dari Liga Inggris, Jerman, Italia, hingga liga-liga kecil seperti Indonesia.

Bagi Erick, hal itu memperlihatkan profesionalisme dan pilihan para pemain dalam menghidupi keluarga mereka, bukan sekadar gengsi bertarung di liga top Eropa.

Transfer Terbaru: Jens Raven dan Struick

  • Jens Raven (19 tahun), eks striker FC Dordrecht Belanda, resmi bergabung Bali United sejak 13 Juli 2025 dengan kontrak tiga tahun hingga akhir Juni 2028. Raven, yang juga masuk skuad Timnas U-23, dipandang sebagai penyerang muda potensial yang diharapkan menjadi andalan baru di lini depan Bali United.
  • Rafael Struick (22 tahun), yang sebelumnya bermain untuk Brisbane Roar (Australia) dan ADO Den Haag (Belanda), kini menjadi amunisi anyar Dewa United untuk musim baru. Struick mengaku bangga bisa bergabung dengan salah satu klub besar Indonesia dan siap berkontribusi maksimal.

Tidak hanya Raven dan Struick, sejumlah pemain naturalisasi juga memilih pulang dan berkarier di Liga 1, di antaranya Jordi Amat yang resmi memperkuat Persija Jakarta dengan kontrak dua tahun. Rekam jejak Jordi—eks Premier League dan La Liga dapat menambah nilai kompetitif liga domestik.

Apresiasi dan Respons Masyarakat

Erick Thohir mengajak semua pihak tak terburu-buru menilai keputusan pemain diaspora atau naturalisasi sebagai “turun kelas”.

Ia menegaskan, patut mensyukuri jika ada kesempatan main di Eropa jika ada. Namun, jika mereka memilih kembali ke Indonesia, itu juga patut memberikan apresiasi. Karena prinsip utama atlet tetap pada pengembangan karier, keberlangsungan pendapatan, dan kontribusi untuk sepak bola nasional.

Di sisi lain, fenomena pemain Jepang yang tersebar di banyak liga luar negeri adalah contoh bahwa mobilitas pemain di dunia sepak bola modern sangat lumrah. Tidak lagi soal gengsi—melainkan rasionalitas profesi. Erick pun meyakini, kehadiran pemain keturunan dan naturalisasi di Liga 1 akan meningkatkan level kompetisi. Selain itu memperkaya pengalaman dan pengetahuan sepak bola Indonesia ke depan.