Jack Grealish Ungkap Alasan Hilang Gairah Bermain di Manchester City

Pemain Everton, Jack Grealish, foto by Matador168

Pemain Everton, Jack Grealish, foto by Matador168

Pemain Everton, Jack Grealish, baru-baru ini mengungkapkan perasaan yang mengejutkan terkait masa kariernya di Manchester City.

Dalam sebuah wawancara usai laga debutnya bersama Everton di Liga Inggris musim 2025/2026, ia mengakui bahwa selama dua tahun terakhir di Manchester City, dirinya sempat kehilangan gairah dan tidak lagi menikmati sepak bola sebagaimana mestinya.

Grealish yang bergabung dengan Everton dengan status pinjaman satu musim penuh dari Manchester City menyebut bahwa alasan utama kepindahannya bukan semata soal menit bermain, tetapi lebih kepada usaha untuk kembali menemukan rasa cinta dan semangat terhadap permainan sepak bola.

“Mungkin dalam dua tahun terakhir, saya tidak benar-benar menikmatinya seperti yang seharusnya. Keluarga saya bahkan menyadarinya di rumah,” ujarnya dengan jujur.

Selama musim terakhir bersama City, Grealish hanya mencatat tujuh kali starter di Premier League, dan manajer Pep Guardiola lebih sering mengandalkan opsi lain di posisi sayap.

Hal ini menyebabkan kehilangan ritme bermain serta kepercayaan dirinya. Namun, dalam laga debut bersama Everton, ia langsung memberi dua assist dan membantu timnya mengalahkan Brighton 2-0, menunjukkan kebangkitan signifikan.

Grealish juga memuji peran manajer Everton, David Moyes, yang diyakini menjadi faktor kunci dalam meyakinkan dirinya memilih Everton sebagai tempat baru.

“Saya datang ke sini untuk kembali menikmati sepak bola, bangun pagi di hari pertandingan dengan tidak sabar bermain,” tambahnya.

Ia berharap performa yang apik bisa membuka peluang untuk kembali dipanggil ke tim nasional Inggris dan membuktikan bahwa gairahnya telah kembali sepenuhnya.

Meski menyimpan apresiasi besar terhadap kenangan dan gelar yang diraih bersama Manchester City, Grealish merasa saatnya sudah tepat untuk mencari tantangan baru dan suasana yang mampu mengembalikan semangatnya dalam bermain. Perjalanan ini menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya kebahagiaan dan kecintaan terhadap sepak bola dalam karier profesionalnya.