Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026 Imbas Konflik Timur Tengah

Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026 Imbas Konflik Timur Tengah

Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026 Imbas Konflik Timur Tengah

Jakarta, 6 Maret 2026 – Situasi geopolitik di Timur Tengah yang memanas akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran membuat keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 berada di ujung tanduk.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, secara terbuka menyatakan keraguan timnya untuk bertanding, dengan alasan keamanan dan stabilitas psikologis pemain.

Iran, yang tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dijadwalkan memainkan laga fase grup di Los Angeles dan Seattle, Amerika Serikat, mulai 15 Juni mendatang.​

Konflik ini meletus setelah operasi militer AS-Israel yang dikaitkan dengan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu respons balasan dari Teheran terhadap Israel dan negara tetangga seperti Qatar serta Dubai.

Federasi Sepak Bola Iran kini menimbang mundur total, meski belum ada konfirmasi resmi dari FIFA. Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, dan Kanada sendiri rentan terganggu, dengan kekhawatiran keamanan tuan rumah.

Regulasi FIFA Tutup Peluang Timnas Indonesia

Jika Iran benar-benar mundur, FIFA akan mengandalkan Regulasi 6.5 dan 6.7 yang memberi kewenangan penuh untuk memilih pengganti atau menyesuaikan format turnamen.

Kandidat terkuat dari Asia adalah Irak dan Uni Emirat Arab (UEA). Irak, pemenang play-off melawan UEA di babak kelima kualifikasi, berpotensi naik langsung ke slot Iran, sementara UEA mengisi posisi play-off antar-konfederasi Irak.

Timnas Indonesia, yang tersingkir di ronde keempat kualifikasi zona Asia dengan peringkat FIFA 134, tidak memenuhi syarat.

FIFA dan AFC secara tegas menegaskan bahwa skuad Garuda bukan opsi utama karena pencapaiannya kalah jauh dibanding Irak atau UEA.​​

Harapan Garuda

Mundurnya Iran akan mengurangi kuota Asia dari 8,5 slot menjadi lebih sedikit, memengaruhi distribusi play-off. Australia, Jepang, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, Uzbekistan, dan Yordania tetap aman sebagai wakil Asia yang lolos.

Bagi Indonesia, ini jadi pelajaran berharga pasca era Shin Tae-yong. PSSI kini fokus naturalisasi dan Piala AFF 2026 untuk naik peringkat.​​

FIFA berharap konflik mereda sebelum kick-off 11 Juni 2026. Gianni Infantino menekankan, “Sepak bola menyatukan dunia, bukan memecah belah.”

Namun, dengan ketegangan AS-Iran yang dipimpin Trump, skenario pengganti tak terhindarkan. Penggemar Garuda hanya bisa berharap mukjizat di edisi mendatang, bukan 2026 ini.