PSSI Tegas soal Insiden “Tendangan Kungfu Fadly Alberto.” di EPA U-20

PSSI Tegas soal Insiden “Tendangan Kungfu Fadly Alberto.” di EPA U-20/prediksi bola matador168 (9)

PSSI Tegas soal Insiden “Tendangan Kungfu Fadly Alberto.” di EPA U-20/prediksi bola matador168 (9)

PSSI mengambil sikap tegas terkait insiden keras Tendangan Kungfu Fadly Alberto yang terjadi di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20. Federasi meminta Komite Disiplin PSSI untuk menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku demi menjaga sportivitas kompetisi.

Insiden tersebut terjadi usai pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (20/4/2026). Dalam rekaman video yang beredar, aksi berbahaya itu diduga dilakukan oleh Fadly Alberto.

PSSI Minta Hukuman Berat untuk Pelaku

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut dan langsung bergerak cepat.

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy. Dan Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini, pemain yang melakukan hal itu,” ujar Yunus.

Ia menambahkan bahwa kasus ini telah diserahkan ke Komdis untuk segera diproses dengan prioritas tinggi. “PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya. Dan diminta ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan.”

Perangkat Pertandingan Ikut Disorot

Selain fokus pada pelaku, PSSI juga menilai ada kemungkinan kelalaian dari perangkat pertandingan. Hal ini dinilai penting untuk dievaluasi demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Evaluasi tersebut akan melibatkan Komite Wasit PSSI yang dipimpin oleh Yoshimi Ogawa. Jika terbukti ada kelalaian, tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi maupun pembinaan tambahan bagi perangkat pertandingan.

Pesan PSSI: Jaga Emosi dan Sportivitas

Yunus Nusi menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan menegaskan pentingnya menjaga sikap di lapangan, terutama bagi pemain muda.

“Kami sangat tidak berharap kejadian seperti ini terjadi. Kami mohon kepada pemain, apapun yang terjadi di lapangan, tetap jangan emosional, sabar. Karena ini juga akan merugikan pemain itu sendiri termasuk klub,” katanya.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi PSSI dalam menjaga kualitas dan sportivitas kompetisi usia muda. Federasi berharap insiden tersebut menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.