Alasan PSSI Batalkan Naturalisasi Jairo Riedewald untuk Timnas Indonesia
Alasan PSSI Batalkan Naturalisasi Jairo Riedewald untuk Timnas Indonesia
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi telah membatalkan proses naturalisasi Jairo Riedewald, pemain berdarah Belanda yang sebelumnya diharapkan bisa memperkuat lini belakang Timnas Indonesia.
Keputusan ini diumumkan pada 19 Agustus 2025 oleh Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, setelah proses panjang yang terhambat oleh aturan FIFA.
Profil Jairo Riedewald
Jairo Joaquin Riedewald adalah pemain sepak bola profesional asal Belanda yang lahir pada tanggal 9 September 1996 di Haarlem.
Ia memiliki keturunan campuran dari Suriname, Belanda, dan Indonesia, dengan garis keturunan Indonesia berasal dari neneknya.
Riedewald memulai karir sepak bolanya sejak dini dengan bergabung bersama akademi sepak bola Haarlem Youth pada 2007 dan setahun kemudian pindah ke akademi Ajax, klub besar di Belanda.
Di Ajax, ia berkembang pesat dan sempat memperkuat tim utama serta berkontribusi dalam meraih gelar Eredivisie pada musim 2013-2014. Karirnya terus menanjak hingga bermain untuk Crystal Palace di Liga Inggris, dan saat ini membela klub Royal Antwerp di Liga Belgia.
Kepopuleran dan kemampuan bertahannya membuat Riedewald sempat masuk radar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk proses naturalisasi agar bisa memperkuat tim nasional Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, secara terbuka menyatakan keinginan untuk menghadirkan Riedewald sebagai pemain naturalisasi untuk memperkuat lini tengah skuad Garuda.
Batal Naturalisasi
Namun, pada Agustus 2025, kabar mengejutkan muncul bahwa proses naturalisasi Jairo Riedewald batal dan tidak bisa dilanjutkan.
Alasan utama pembatalan ini adalah regulasi dari FIFA dan riwayatnya yang pernah memperkuat Timnas Belanda di level U-23 sebanyak beberapa kali, serta sudah memiliki caps di tim senior Belanda.
Menurut peraturan FIFA yang berlaku, pemain yang sudah memperkuat satu negara pada level resmi senior atau U-23 tidak bisa langsung berganti timnas tanpa persetujuan khusus, sehingga Riedewald tidak memenuhi syarat administrasi untuk menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
PSSI secara resmi mengonfirmasi hambatan ini dan mengalihkan fokus pada opsi lain untuk memperkuat Timnas.
Walaupun batal membela Indonesia, Riedewald tetap menjadi pemain andalan di klub Royal Antwerp dengan peran penting di lini pertahanan.
Keputusan ini tentu mengecewakan banyak pendukung sepak bola Indonesia yang berharap ia dapat meningkatkan kualitas skuad nasional.
Kendala Regulasi FIFA Jadi Alasan Utama Pembatalan Jairo Riedewald
Menurut penjelasan Arya Sinulingga, alasan utama pembatalan naturalisasi Jairo Riedewald adalah karena kendala administrasi dan regulasi FIFA yang berlaku secara ketat.
Riedewald pernah tampil untuk Timnas Belanda di level U-23 sebanyak beberapa kali, yang berdasarkan aturan FIFA membuatnya sulit untuk berpindah ke negara lain dalam kompetisi resmi, kecuali memenuhi persyaratan khusus yang sangat sulit dipenuhi.
Larangan pemain yang sudah pernah bermain untuk tim nasional junior suatu negara dalam pertandingan resmi untuk berpindah ke negara lain, menjadi penghalang besar dalam proses naturalisasi Riedewald.
Sementara secara teknis Riedewald memiliki darah keturunan Indonesia dan diharapkan bisa menjadi bagian penting dalam skuad Garuda, regulasi ini membuat semua upaya formal untuk mempercepat kewarganegaraannya tidak bisa dilanjutkan.
Harapan dan Kekecewaan
Kabar batalnya naturalisasi Riedewald tentu menjadi kekecewaan bagi banyak pihak, terutama bagi penggemar sepak bola Indonesia yang menaruh harapan besar pada kehadirannya untuk memperkuat pertahanan Timnas.
Sebelumnya, Riedewald dianggap sebagai kandidat ideal karena pengalaman bermain di level klub yang kompetitif, termasuk kiprahnya di Crystal Palace dan Royal Antwerp FC.
Namun, setelah melalui proses yang cukup panjang dan melelahkan, PSSI harus menerima realitas bahwa aturan FIFA membatasi kemungkinan pemain seperti Riedewald membela negara baru di level senior.
Keputusan ini sekaligus menunjukkan bagaimana regulasi internasional bisa memengaruhi strategi naturalisasi pemain untuk pengembangan tim nasional.
Proses Naturalisasi Pemain Lain Tetap Berjalan
Meski batal untuk Riedewald, Arya Sinulingga menegaskan bahwa proses naturalisasi pemain lain, termasuk gelandang Mauro Zijlstra, masih berjalan lancar dan berada di tahap pembahasan di DPR.
Ini menjadi sinyal bahwa PSSI tetap berkomitmen memperkuat Timnas Indonesia dengan pemain naturalisasi namun harus tetap mematuhi regulasi yang ada.