Oxford United Ikut Piala Presiden Sampai Final, Nitizen, Maafkan Lapangan yang Penuh dengan Air

Oxford united piala presiden

Oxford united piala presiden

Final Piala Presiden 2025 antara Oxford United dan Port FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, berlangsung dramatis akibat hujan deras yang mengguyur sejak awal babak kedua. 

Kondisi lapangan yang tergenang air memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara selama sekitar 20 menit. Genangan air di beberapa titik membuat bola sulit mengalir dan pemain dari kedua tim harus ekstra hati-hati dalam bergerak.

Petugas stadion berupaya menguras air dengan alat seadanya agar bisa melanjutkan laga kedua tim.

Mengganggu Pertandingan Oxford United vs Port FC

Pelatih Oxford United, Gary Rowett, mengeluhkan kondisi lapangan. Ia menilai lapangan tidak layak, bahkan menyebut air di lapangan lebih tinggi dari rumput sehingga strategi bola bawah timnya tidak berjalan maksimal. 

Permainan kedua tim pun terganggu, terutama Oxford United yang dikenal dengan gaya bola pendek dengan rumput yang bagus..

Kondisi ini memicu kritik dari suporter dan media Inggris yang menyebut pertandingan seperti berlangsung di “kubangan banjir” dan menyoroti kesiapan infrastruktur stadion menghadapi cuaca ekstrem. 

Setelah genangan air sebagian besar diatasi, laga dilanjutkan meski beberapa area masih licin. Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling disorot sepanjang gelaran Piala Presiden 2025.

Kata Nitizen

Menyototi hal itu beberapa nitizen mengomentari langsung di akun medsos Oxford United. Nitijen turut mengeluh soal  kondisi lapangan saat pertandingan antara Oxford United vs Port FC.

“Terimakasih sudah mau datang, maaf segala kekurangan” komentar salah satu nitizen.

“Vibes lapangan eropa thn 1930.”

“Kebiasaan main di lapangan mulus sekarang main di sawah hujan pula.”

“Nanti kalau pulang ke inggris ceritakan pengalaman kalian bermain di lapangan yg banjir.”

“Hati2 ngab main di rumput stadion indonesia ya soalnya sedep.”

Beberapa nitizen juga meminta maaf.

“Maafkan lapangan yang penuh air.”

“Maafin lapanganya ya, kalo ga hujan juga yakin juara”

“Maafkan kami ya.. Jangan kapok main lagi di Indonesia dgn ivent yg lain.”

Nitizen belum puas lantaran cuaca yang tidak bersahabat saat kedua klub bentrok di Final Piala Presiden. Nitizen merasa suasana di lapangan yang kacau turut mengubah hasil akhir pertandingan.