Juventus Tersingkir Dramatis dari Liga Champions: Comeback Gagal, Osimhen Jadi Pahlawan Galatasaray
Juventus Tersingkir Dramatis dari Liga Champions: Comeback Gagal, Osimhen Jadi Pahlawan Galatasaray/ foto by matador168
Turin, 27 Februari 2026 – Malam penuh drama dan emosi tersaji di Allianz Stadium saat Juventus tersingkir dari babak playoff Liga Champions UEFA 2025/2026 setelah kalah agregat 5-7 dari Galatasaray.
Meski menang 3-2 pada leg kedua Kamis (26/2/2026) dini hari WIB, perjuangan heroik pasukan Luciano Spalletti pupus di extra time berkat gol-gol krusial dari Victor Osimhen dan Barış Alper Yılmaz.
Juventus memasuki laga dengan misi mustahil setelah dikalahkan telak 2-5 di leg pertama di Istanbul. Dukungan ribuan suporter membuat Bianconeri tampil ganas sejak menit awal, dengan serangan bertubi-tubi yang nyaris membuahkan gol lewat sundulan Federico Gatti.
Comeback Epik di Tengah Kartu Merah
Kebuntuan pecah menjelang turun minum ketika wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran di kotak penalti Galatasaray. Manuel Locatelli dengan dingin mengeksekusi penalti tersebut, membuka skor 1-0 dan menyamakan agregat sementara menjadi 3-5.
Drama memuncak di babak kedua saat bek Galatasaray, Lloyd Kelly, diganjar kartu merah setelah tinjauan VAR di menit ke-48. Ber数量 pemain unggul, Juventus justru semakin membara.
Gatti menyamakan kedudukan agregat lewat sundulan dari umpan silang akurat di menit 70, diikuti gol Weston McKennie lima belas menit kemudian, memaksa extra time dengan agregat 5-5.
Peran Victor Osimhen: Algojo Penentu Nasib Juventus
Di babak tambahan, Juventus sempat punya peluang emas lewat Edon Zhegrova, tapi gagal dimanfaatkan. Kegagalan itu langsung dibalas kejam oleh Victor Osimhen, penyerang Galatasaray yang menjadi momok utama sepanjang playoff ini.
Osimhen mencetak gol pembuka extra time di menit 101 (105+1), memanfaatkan umpan matang untuk menaklukkan kiper Michele Di Gregorio dari jarak dekat.
Gol ini mengembalikan keunggulan agregat bagi timnya menjadi 6-5, sekaligus mematahkan mental tuan rumah. Ia tak hanya jadi pencetak gol krusial, tapi juga mengganggu lini belakang Juventus dengan kecepatan dan kekuatannya, seperti terlihat di leg pertama di mana ia berkontribusi besar dalam kemenangan 5-2.
Barış Alper Yılmaz mengunci kemenangan di menit 119, memastikan Galatasaray lolos ke 16 besar dengan agregat 7-5. Osimhen, mantan bintang Napoli, disebut-sebut sebagai pahlawan utama yang membawa wakil Turki melenggang gagah.
Respons dan Dampak bagi Juventus
Meski tersingkir, suporter Juventus memberikan standing ovation meriah sepanjang 120 menit, menghargai perjuangan tim yang “secara terhormat”.
Eks bek legendaris Giorgio Chiellini menyerukan skuad untuk move on, melihat ini sebagai titik awal di bawah Spalletti meski musim ini juga gagal di Coppa Italia dan tertinggal jauh di Serie A (46 poin, minus 18 dari Inter).
Juventus kini fokus ke liga domestik, sementara Galatasaray siap tempur di babak berikutnya. Pertandingan ini jadi pelajaran berharga bagi Bianconeri yang butuh konsistensi di kompetisi Eropa.
Baca Berita dan analisa yang akurat lainnya dari matador168!